Contoh Hasil Penerjemahan Karya Tulis Ilmiah

Hasil penerjemahan karya tulis ilmiah yang pernah kami lakukan adalah sebagai berikut:

1. Contoh untuk naskah antropologi

Naskah asli:

Patriarki pasti berdampak terhadap relasi jender yang tidak seimbang. Ketimpangan, asimetris dan subordinatif terhadap perempuan tampak sangat jelas dalam beberapa sektor kehidupan. Dalam kondisi seperti itu terjadi proses marjinalisasi terhadap perempuan yang pada gilirannya perempuan kehilangan otonomi atas dirinya.Eksploitasi serta kekerasan terjadi terhadap perempuan, baik di wilayah domestik maupun publik, baik fisik maupun simbolik, tidak lepas dari bias jender dan kuatnya elemen patriarkhi dalam nilai dan budaya masyarakat.  Fenomena serupa juga terjadi dalam konteks lokal, seperti di Lombok.

Suku Sasak adalah kelompok masyarakat yang mendiami hampir sebagian besar pulau Lombok. Secara umum, dalam masyarakat Lombok terdapat kelas-kelas sosial: yaitu warga masyarakat biasa (jajar karang) dan masyarakat sosial kelas atas (perwangsa atau bangsawan). Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, stratifikasi sosial semacam itu tidaklah secara otomatis punah, bahkan masih kuat dipertahankan sebagai bagian dari modal sosial simbolis. Hal ini bisa dilihat dari penulisan nama-nama gelar stratifikasi sosial baik laki-laki maupun perempuan pada orang-orang Sasak. Disamping dalam hal penulisan nama, pengaruh stratifikasi juga terdapat dalam tradisi perkawinan adat, yang disebut merariq. Di banding dengan masyarakat biasa, masyarakat bangsawan memegang teguh adat tradisional menyangkut persoalan-persoalan yang penting, seperti perkawinan

Naskah terjemahan:

Patriarchy can literally result in unequal gender relations. Inequality, asymmetry and subordination of women are evident in some aspects of lives. In such condition, marginalization is happening, which in turn leads women to lose their autonomy on themselves. Exploitation and violence against women occur both in domestic and public, either physically or symbolically, regardless gender bias and the strength of patriarchal elements within the values and cultures of the society. A similar phenomenon occurs also among local tribes in Indonesia, such as in Lombok.

The Sasak ethnic  group is a local tribe who inhabits the major area of the Lombok Island. Within Lombok society, generally, social classes can be classified into ordinary class (Jajar karang) and extraordinary class (Perwangsa or nobility). Despite modernity and globalization, such social stratification remains existence and indeed, was potently maintained as a symbolic social modal. This stratification can be seen from the way sasaknese writes the title on his/her names. In addition, the influence of social stratification can also be found in the wedding tradition namely merariq. Compared to the ordinary, the extraordinary class maintains more consistently the traditions which are directly related to the crucial issues such as marriage.

2. Contoh Naskah Bidang Perilaku Ekonomi 

Naskah asli: 

Dengan penelitian direct replication kami berusaha untuk mengadopsi semua prosedur, task dan kondisi semirip mungkin dengan eksperimen aslinya untuk meningkatkan akurasi validasi penelitian sebelumnya. Dari hasil replikasi studi tersebut kami berhasil mereplikasi budgeting scenario dan fail mereplikasi color preference skenario. Keberhasilan replikasi menurut analisis kami disebabkan oleh metode replikasi yang kami gunakan dan power value the scenario sangat besar sehinggal hal ini berimplikasi pada sangat kecilnya kemungkinan terjadi false positive. Walaupun metode yang digunakan pada scenario budgeting sama dengan metode prefernsi warna sama juga power value yang dimiliki scenario tersebut juga besar kami tidak menemukan kecenderungan status quo bias dalam replication study. Hal ini bisa disebabkan oleh perbedaan zaman antara original study dengan replication study. Ketika dulu orang menganggap pilihan waran adalah sesuatu yang biasa saja tanpa memperhatikan manfaatnya, sekarang individu mempertimbangkan pilihan warna sebagai sesuatu yang penting karna ini akan memberikan manfaat bagi mereka. Lebih jauh lagi, pada masa dulu individu tidak mau disalahkan atas apa yang telah mereka pilih sehingga merek cenderung stik to status quo, dizaman yang semakin individualistik ini individu tidak perduli dengan penilaian orang sehingga mereka tidak perlu mencari pembenaran atas pilihan-ilhan mereka.

Naskah Terjemahan: 

The present study tries to directly replicate the classical experiment through adopting all the procedures, tasks and condition to improve the accuracy and validity of the previous study. We successfully replicated budgeting scenario, but failed to replicate color preference scenario. We succeed in replicating scenario 1 because the method of replication we used and because of the power value of the scenario which minimize the likelihood of false positive. Although we share the method for budgeting and color preference, we were not able to reproduce status quo effect on the color preference scenario. The different era between this study and the original study may contribute to this result. People in the past may have no personal reason behind the color preference and different color will not produce different outcomes. Today, however, Individuals are likely to be more rational in their preference because different color may have a different outcome and their preference may bring some benefits. Moreover, in the past people more complied with the norm and did not want to be blamed because of their preference. Thus they are more prone to stick to the status quo. However, in this day and age people become more individualist and do not care about opinion of others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *